Gambar dalam brosur perumahan di Cikarang ini menarik. Mungkin setting-nya itu saat fajar, mungkin juga saat senja. Si pria barusan mengantar si wanita lalu pamit. Si wanita mungkin masih lajang, tidak tinggal bersama orangtuanya.

Begitulah, iklan properti memang sering memunculkan gambar ajaib. Untuk apartemen misalnya, coba amati berapa banyak gaya modelnya, pria dan wanita, pakai dandanan rapi dalam rumah (sedang minum wine), malah ada yang wanitanya pakai gaun pesta. Pemasar bilang, itulah citra kehidupan urban. Halah! Lha wong di rumah pada pakai kolor dan daster saja kok.
Promosi lawas. Payung gratis. Makanya banyak orang jarang beli payung. Tempo hari di Giordano Jakarta harga payung bergantung musim, hujan atau kemarau.

Sudah berapa kali ya baterai ABC memberi bonus VCD? Kita belum tahu apakah itu mencapai tujuan pemasaran, dan yang lebih penting apakah konsumen (tepatnya: anak-anaknya konsumen) menyukainya.

Entahlah apa maksud Torabika membonuskan “cetakan emoticon” berbahan art carton ini. Kalau dipakai sebagai tatakan mug, kok terlalu tipis. Dipakai untuk pembatas buku? Lebih pas.


Siapa yang berharap, siapa yang kuciwa lalu menyerah? Saya malah tidak tahu kalau bungkus wafer itu menjanjikan hadiah entah apa. Misalkan dapat hadiah, kalau ditanya teman dari mana asal barang, si pemenang akan menjawab, “Dari Orang Tua.” Masih lebih jelas jawaban itu bila dibandingkan grup usaha itu memakai nama lama, “Dari Ada.” Bapaknya Ada Band apa?
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Saya tak tahu berapa banyak orang yang memperhatikan foto-foto, yang lebih kecil dari prangko , sebelum membuang bungkus kembang gula Fox’s. Sebagai sebuah promo, bolehlah.
