
Ini kelanjutan posting sebelumnya. Saya hanya mau mengatakan bahwa “seni” dan “keindahan” itu subjektif, demikian pula cara menempatkan maupun mencabutnya dari konteks. Di luar urusan rumit itu, saya juga yakin bahwa bangku ini tidak termasuk inventaris dealer mobil. Pengadaannya tak dibahas sampai tingkat manajer keuangan.
© Foto: saya

Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Mengada-ada. Daun kering di dekat kaki bangku itu saya ambil lalu saya taruh ke dalam salah satu lubang. Mungkin kita memang menggemari rekayasa dalam hal apapun, padahal belum tentu membawa manfaat.
© Foto: saya


Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Saya tidak mencobanya karena tak punya koin. Menilik petunjuknya, antara lain pilihan bahasa, pesawat telepon ini mestinya kaya akan fitur. Belum lagi tombol F1 dan seterusnya yang entah untuk apa. Tapi kenapa petunjuk pemakaiannya dalam bahasa Inggris?
© Foto: saya


Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Bekas tebangan pada sebuah pohon di depan sekolah anak saya, di Jakarta Timur. Hanya itu.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.