
Margot. Margaux. Margo (yang ini juga nama Jawa, artinya “jalan”). Dentang cangkir, piring, sendok, garpu, ketika beradu bisa menjadi melodi. Jadilah rak bernyanyi.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Pengumuman ini semanak, menyapa pembaca dengan “Pak”. Lantas ada yang iseng menambahkan, “Ya Bu.” Emang yang bikin pengumuman itu seorang ibu?

Ini cara Polisi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menata lalu lintas. Pembatas jalur dipertegas di Babadan, Ungaran, dengan tali rafia yang dicanteli kain perca sisa rok entah siapa. Kalau saja bahannya putih polos kayaknya akan lebih terlihat.


Minyak wangi. Bekal mudik. Supaya tidak prengus. Murah meriah. Pinjam istilah Umar Kayam, untuk “dicrut-crutkan”.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Lupa persisnya di mana, tetapi hamparan sawah mengering ini saya jumpai selama perjalanan antara Subang-Jatiwangi, Jawa Barat.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Setelah anak dan cucu selesai berlebaran, ruang makan ini sepi; sesekali televisi menjadi peramai. Di rumah itu hanya ada sepasang kakek dan nenek. Pembantu hanya ada pada siang hari.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.