
Lampu baru ini memanfaatkan “torong” (corong). Itu lho ekstensi bermulut lebar tapi bersaluran buang kecil untuk memindahkan cairan. Sebetulnya sudah disiapkan ketika warung angkringan Wetiga akan buka tahun lalu. Akhirnya karena ada bagian yang kurang terang maka terpasanglah “torong” plastik itu, sebagai kap untuk bolam 5 Watt. Lampu itu menemani lampu lain, yang berbahan saringan ventilasi kompor sumbu, untuk menerangi dagangan. Kap lampu itu mulai berkarat sedikit.



Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Warna kedua benda ini mengingatkan saya pada masa kecil, karena di belakang rumah saya di Salatiga, kampung Pengilon, tepatnya Jalan Abdul Amin, ada pembuat klepon enak, namanya Mbah Turni — sebagian orang memanggilnya Mak Turni. Warna kleponnya menyala, yang saya ingat ya jambon dan hijau pupus. Warna yang ngepop. Saya ingat itu, lalu memotretnya di tempat terang (tangga) setelah tadi melihat kedua benda itu bersanding mesra di meja seorang kawan. Yang wadah jambon milik seorang pria (untuk mewadahi kue), yang wadah hijau milik seorang wanita (bukan untuk kacamata, tetapi data card).
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Lembar transfer sebuah bank. Kursi plastik. Dan handuk kecil. Ketiganya terpisah di sebuah ruangan. Lalu dipertemukan. Tentu bukan kebetulan. Jangan percaya judul.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Suatu siang di Langsat ketika angkringan Wetiga belum buka. Heru duduk menyendiri, mencari angin. Siapa Heru? Penjaga warung. Pemuda dari Gunungkidul, DIY.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Mestinya langsung dibuang ke tempat sampah, pasti ada yang mengambil. Kalau tidak, ya hanya memenuhi tempat dengan alasan “sayang” padahal tak terpakai. Akhirnya karatan, pemulung tak dapat memetik nilai tambah yang lumayan.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Teman saya menyebut bubur itu makanan orang sakit. Makanya dia nggak maiu diajak jajan bubur karena merasa dirinya sehat. Siang tadi, sekitar pukul sebelas, di pertigaan dekat kantor, saya lihat penjaja makanan pasien itu. Harganya Rp 6.000 per gelas. Rasanya? Supermanis. Pengidap diabetis bisa kambuh.

No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.