
Sam Zell pesismistis. Pasti punya alasan kuat. Memang sih, organisasi pengelolaan berita memang mahal — kecuali pekerja media tak perlu dibayar karena masing-masing sudah superkaya. Tapi benarkah orang puas dengan dengan lalu lintas informasi antarkawan? Model bisnis lembaga pemberitaan yang akan terus berubah. Yang cetak mungkin surut, dan itu menghemat pohon. Koran, sebagai penyaji kabar (apapun bentuknya), takkan mati karena dalam beberapa hal institusi punya kelebihan dibanding perorangan (blogger).
Namanya CurhatJakarta. Nah, di blogosfer (Indonesia) ini setiap blogger adalah seleb. Di mata orang tertentu para seleb yang tak merasa tersohor itu layak disorot dan dipergunjingkan. Salah satu sebab adalah publikasi konten pribadi di mikroblog dan jejaring sosial oleh masing-masing orang.

Tapi nanti dulu. Jangankan Anda yang namanya punya link; Anda yang namanya tak ber-URL tetap berkemungkinan masuk blog, mikroblog, dan jejaring sosial, lantas ada kemungkinan disebut dan terendus mesin pencari. Apalagi jika pemberitaannya terus berbiak. Bedanya, sejauh ini yang ada di CurhatJakarta tak menyebutkan nama. Pengetahuan umum dan daya tangkap (hasil gabungan keduanya adalah “gaul”) pembaca pun diuji.
Jadi? Ada dua pilihan ekstrem bagi Anda. Pilih salah satu. Pertama: menempatkan cuek sebagai bagian dari iman (bukan Iman). Kedua: larut, sekalian main, siapa tahu bisa klarifikasi dan membalas.
Ada juga sih pilihan ketiga: kadang cuek, kadang tak beriman — bergantung cuaca hati (dan kalau sempat).
Lihat hasil sementara polling infokorupsi.com. Mestinya dijawab dengan bukti, syukur berupa bantahan.

Anda bosan menghadapi ketidakbosanan pelaku bisnis ini dalam berpromosi? Wajar. Manusiawi. Yang pasti saya percaya bahwa itu bisa. Santai melulu, duit datang. Masalahnya, tidak ada orang yang mau percaya kepada saya. Selain itu, saya belum bikin KTP baru dengan identitas baru untuk membuka rekening di bank. Kenapa harus begitu? Dengan identitas yang sekarang, orang yang kuciwa akan mendatangi saya.

Saya sempat mengira alamat e-mail terpanjang, yang pernah saya blogkan beberapa tahun lalu itu, cuma layanan iseng sesaat. Ternyata sampai hari ini masih ada. Apa coba manfaatnya? Bikin repot – terutama saat menuliskan dan mengucapkan, bukan mengeklik tautan. Cari masalah – kecuali buat auto-forward.

Hehehe, begitulah kesimpulan mesin Klout terhadap saya. Silakan cek nama Anda (pasti sudah) atau, ini yang lebih penting, nama orang lain.

Saya tahu produk ini dari seorang kawan (pria) di milis. Solusi untuk wanita karena toilet bersih itu seringkali susah didapat, apalagi saat bepergian.

Gabungan dari kehendak baik, kesadaran untuk mengakui kekurangan, dan sense of humor. Sebuah cara Mozilla Firefox (versi Indonesia).

Maka berkembanglah layanan penerbangan. MySkyStatus. Telepon dari kabin, yang mahal itu, sudah dianggap ketinggalan. Inilah era media sosial dan jejaring sosial. Setiap orang memilih informasi yang cocok, langsung dekat dengan kepentingannya, bahkan ikut mengisi. Yang ngeselin adalah kian menipisnya privasi. Penumpang lain akan melaporkan bahwa Anda di pesawat yang sama. Memang ada gunanya sih, misalnya terjadi kecelakaan pesawat atau peracunan oleh intelijen, maka sejumlah kesaksian (termasuk kesaksian palsu) bisa dititik dari status. Demikian pula penumpang yang tak terangkut karena, misalnya, tertidur di Bandara Frankfurt.
