Tenang. Saya tidak mengunggah gambar cabul. Aslinya, gambar ini memang sudah disensor oleh kontributor di Izismile. Padahal isinya membahas fashion, yang ilustrasi kompletnya ada di halaman lain. Tak ada yang salah dengan membanggakan dan mengapresiasi milik sendiri kan?

Tidak. Saya tidak sedang memindahkan pornografi ke sini karena bagi saya foto yang saya dapat dari e-mail ini bukan tergolong cabul. Saya hanya heran, kenapa sampai segitunya yang namanya fashion? Untuk pemotretan majalah (seperti contoh), oke. Untuk pakaian di atas pentas, oke juga. Untuk pesta karena tuntutan dress code, boleh juga. Tapi dalam keseharian, di Indonesia, rasanya kok jarang yang memakai jins macam ini — semahal apapun harganya — untuk berjalan-jalan. Apalagi perginya naik ojek dan angkot. Untuk negeri lain, memang ada saja. Buktinya selalu ada hasil tangkapan lensa di internet.
Siapa bilang masyarakat Barat itu permisif dalam banyak hal? Kanal fashion Glamour toh menyensor payudara (dan puting) seorang model.


Sara Ferrari bikin gelang bersegi sepuluh XCIX_Y (hayo siapa yang masih bisa baca angka romawi ribuan?). Gelang berbahan kayu walnut dan plexiglass ini bisa menunjukkan usia pemakainya. Yang berbahan kayu menunjukkan dasawarsa, 10 sampai 90. Yang berbahan plexiglass menunjukkan tahun — perhatikan juga garis dalam lingkaran. Tapi bagi pemakai tertentu (terutama kaum hawa?), gelang macam ini kurang oke soalnya membocorkan usia. Tapi percayalah, pada usia tertentu, wanita tertentu akan penuh percaya diri mengakui usianya karena pada saat itu dia merasa kecantikannya (tak hanya lahiriah) masih memancar.

Bukan Swatch tapi Mr Jones. Nama seri produknya On Foot. Hanya dibikin 100 buah. Harga (minus ongkos kirim) sekitar Rp 1,8 juta. Kelebihannya? Bisa mengukur kecepatan lari. Tapi nggak dipakai buat lari juga boleh. Bukankah jam tangan adalah bagian dari fashion? Kita tunggu kembarannya dari RRC dengan harga di bawah Rp 50.000.

Salah jika Anda mengira foto-foto ginian berasal dari layanan web untuk pria. Foto-foto berisi penghakiman terhadap penampilan orang lain (terutama wanita) ini berasal dari portal wanita milik majalah Glamour. Pria? Ikut menikmati gambar dan mungkin sekalian menghakimi.
