Lihatlah kliping foto-foto jepretan Nico Wijaya, warga Cah Andong, di Posterous. Saya suka. Semoga Anda juga.

© Foto: Nico Wijaya
Cara paling jitu untuk memperkenalkan diri, dan gampang diingat, dalam sebuah kopdar bersama wajah baru adalah memakai kaos bertuliskan alamat blog. Wong Bagoes memang bagus tenan akalnya.


Polisi di perbatasan Jateng-Jatim, antara Wonogiri dan Ponorogo, menanya saya dan beberapa teman dari Bengawan. Mau ke mana, ada keperluan apa, lalu menggeledah sekadarnya, dan seterusnya. Maklum hari itu, isu tentang teroris yang kabur ada di mana-mana. Nah, polisi jadi bingung waktu satu-dua anak menjelaskan “kami bloggers” dan “akan ke wista blogger di Ponorogo”. Saya tak menyalahkan polisi kalau mereka menukas, “Blogger itu apa?” Sebagai binatang baru, blogger memang belum memasyarakat. Lagi pula, hehehe, emang kalo blogger trus napa?

Barangkali ini gaya bloggers Wonosobo: “Nek kumpul kudu mangan” (Kalau kumpul harus makan). Sebuah revisi terhadap ajaran lama Jawa “Mangan ora mangan kumpul” (makan nggak makan kumpul) dan versi koreksinya “kumpul ora kumpul mangan” (kumpul nggak kumpul makan).
