<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antyo.rentjoko.net &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://antyo.rentjoko.net/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antyo.rentjoko.net</link>
	<description>kumpulan tulisan antyo</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:59:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Atap Emper untuk Ruang Pamer</title>
		<link>http://memo.blogombal.org/2010/06/07/atap-emper-untuk-ruang-pamer/</link>
		<comments>http://memo.blogombal.org/2010/06/07/atap-emper-untuk-ruang-pamer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 12:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[memo]]></category>
		<category><![CDATA[adasaja]]></category>
		<category><![CDATA[memo blogombal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/?p=2840</guid>
		<description><![CDATA[
Ini cara pintar untuk menyiasati keterbatasan lahan.Malah bagus, karena dari jauh dagangan untuk pengisi taman permainan, termasuk gawang futsal, itu terlihat. Sebuah carita dari Solo.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="showroom di atas atap seng" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/memo-showroom.jpg" alt="" width="500" height="305" /></p>
<p>Ini cara pintar untuk menyiasati keterbatasan lahan.Malah bagus, karena dari jauh dagangan untuk pengisi taman permainan, termasuk gawang futsal, itu terlihat. Sebuah carita dari Solo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://memo.blogombal.org/2010/06/07/atap-emper-untuk-ruang-pamer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembang Apakah? Semoga Terjawab</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/kembang-apakah-semoga-terjawab.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/kembang-apakah-semoga-terjawab.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 07:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya memposting foto kembang ini di Memo, salah satu blog saya. Isinya berupa pertanyaan dan catatan. Kemudian saya ulangi di Twitter. Dalam sebentar sudah ada jawaban, misalnya dari seorang narablog  dan pengguna Twitter yang kebetulan biolog. Nama aslinya Rudyanto, tenar sebagai @mbilung. Besok, setelah tulisan itu secara otomatis terunggahkan ke Notes-nya Facebook, saya berharap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/memo-kembang-njeprak.jpg" alt="" width="500" height="281" /></p>
<p>Barusan saya memposting foto kembang ini di <a href="http://memo.blogombal.org/2010/05/26/kembang-njeprak/" >Memo</a>, salah satu blog saya. Isinya berupa pertanyaan dan catatan. Kemudian saya ulangi di <a href="http://twitter.com/pamantyo/status/14745203401" >Twitter</a>. Dalam sebentar sudah ada jawaban, misalnya dari seorang narablog  dan pengguna Twitter yang kebetulan biolog. Nama aslinya Rudyanto, tenar sebagai <a href="http://twitter.com/mbilung" >@mbilung</a>. Besok, setelah tulisan itu secara otomatis terunggahkan ke Notes-nya Facebook, saya berharap mendapatkan jawaban perihal nama kembang.</p>
<p>Yah, begitulah. Sebagian dari kita, terutama saya, ternyata kurang mengenal nama tanaman. Terhadap <a href="http://blogombal.org/2009/04/16/tentang-daun-pembatas-buku/" >daun yang saya pungut untuk pembatas buku</a> pun saya tak tahu namanya.</p>
<p>Anak-anak saya juga tidak tahu. Mereka menjadi korban dari ketidaktahuan dan terutama kelelalaian saya yang kurang memperkenalkan aneka jenis tumbuhan dalam keseharian. Tentu saya punya dalih pembenar bahwa itu terjadi karena di pekarangan saya tak ada pohon tanaman keras. Yang ada hanya beberapa pot tanaman hias.</p>
<p>Kebun Raya Bogor, Taman Bunga TMII, dan Taman Buah Mekarsari tentu bagus untuk pendidikan lingkungan. Tetapi itu hanya insidental, bukan sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari maupun pengalaman literer. Pada beberapa negeri saya sering mendapatkan jawaban jika menanyakan nama tetmbuhan. Beberapa penjawab tak selalu melihatnya dalam keseharian mereka, tetapi buku pelajaran membantu mereka mengenali tanaman hingga dewasa.</p>
<p><strong>Google, Wikipedia, Media Sosial</strong></p>
<p>&#8220;Tanyain aja ke Mbah Gugel,&#8221; begitu saran banyak orang setiap kali kita ingin tahu sesuatu. Jika ingin info yang lebih lengkap, bukalah Wikipedia berbahasa Inggris maupun Indonesia, bergantung pada konteks.</p>
<p>Tetapi nanti dulu. Dalam kasus kembang, sampai saat ini setahu saya belum ada aplikasi di web yang langsung dapat menerka sesuatu berdasarkan gambar. Padahal yang saya butuhkan adalah nama benda. Kalau nama sudah saya perleh maka urusan selanjutntya mestinya mudah.</p>
<p>Yah, kita memang membutuhkan  aplikasi macam itu, serupa aplikasi penebak judul lagu yang dijanjikan oleh ponsel bersistem operasi Android: cukup dari suara satu bar lagu maka titel akan tertebak&#8230;</p>
<p>Jalan pintas untuk mengetahui sesuatu adalah  dengan memanfaatkan media sosial. Misalnya <a href="http://tanyasaja.detik.com/" >TanyaSaja</a>, <a href="http://www.kaskus.us/" >Kaskus</a>, <a href="http://answers.yahoo.com/" >Yahoo! Answers</a>, <a href="http://whatiswhat.com" >What is what</a>, dan <a href="http://ask.com" >Ask.com</a>. Masalahnya, belum tentu aktivis media sosial yang tercontohkan itu (kecuali TanyaSaja dan Kaskus) dapat langsung menjawab karena latar belakang pengalaman, termasuk faktor geografis tempat mereka hidup.</p>
<p>Cara lain tentu saja memasuki media sosial dan jejaring sosial yang ramai, yang anggotanya saling berbalas. Misalnya Twitter. Akan lebih bagus jika memanfaatkan beberapa pemengaruh (<em>influencers</em>) dengan menanya mereka. Misalnya <a href="http://twitter.com/ndorokakung" >@ndorokakung</a>, yang hingga hari ini sudah diikuti 11.804 rang. Jika dia cocok, maka lelaki yang bernama asli Wicaksono itu akan melakukan <em>retweet</em> sehingga dalam sekejap pertanyaan kita tersebar.</p>
<p>Dalam urusan beginian, guru dan murid sama saja. Sama-sama belajar dari lingkungan sosial masing-masing melalui internet. Bukankah anak-anak pun mengerjakan PR dengan memanfaatkan <em>direct messages</em> pada Twitter? <img src='http://indonesiaeducate.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Pengenalan terhadap sekitar</strong></p>
<p>Di luar urusan pemanfaatan media sosial sebagai sarana belajar, jika merujuk kasus kembang dan daun yang tak kita kenali tadi apakah yang sesungguhnya terjadi?</p>
<p>Jika Anda guru bahasa Indonesia, tengoklah karya tulis murid dari tingkat apapun sesuai kelas yang Anda pegang. Berapakah yang mampu membuat deskripsi vegetatif dengan lengkap sesuai tingkat usianya? Jangan-jangan banyak yang hanya menyebut &#8220;daun&#8221;, &#8220;pohon&#8221;, dan &#8220;bunga&#8221;, tapi tanpa keterangan. Jangan-jangan pula guru tak menanyakan soal itu kepada muridnya.</p>
<p>Deskripsi memang menyangkut keterampilan menulis, dan keterampilan menulis merupakan turunan kemampuan verbal. Tetapi di luar urusan teknis, keterbasan deskriptif seringkali merupakan akibat dari kekurangmampuan mengenali hal-hal di sekitar diri seseorang. Hanya menyebut &#8220;angkot&#8221; dalam cerita tanpa penjelasan itu Metromini atau Mikrolet tentulah kurang lengkap.</p>
<p>Berapa banyak dari kita, di Jakarta, yang sejak dulu tahu bahwa Menteng, Bintaro, Langsat, dan Salihara, adalah nama-nama tempat yang berasal dari vegetasi?</p>
<p>Internet memberi banyak peluang kepada kita untuk belajar.Bukan hanya menimba tetapi juga menuang isi. Belum pernah ada media dan tekonologi sedigdaya itu dalam peradaban sebelum sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/kembang-apakah-semoga-terjawab.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pit-pitan</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/26/pit-pitan/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/26/pit-pitan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[
Pada sebuah kantor: mengembalikan kegembiraan bersepeda. Dengan kereta angin hibah. :)
© Foto: saya


Related posts:Tanpa Sepeda  Sebuah cantelan untuk dua sepeda. Si kereta angin sudah...
Bikes &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/22/tanpa-sepeda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanpa Sepeda'>Tanpa Sepeda</a>  Sebuah cantelan untuk dua sepeda. Si kereta angin sudah...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/03/11/bikes-at-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bikes at Work'>Bikes at Work</a>  Pada sebuah ruang tamu kantor. Berangkat atau pulang kerja...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/09/bike-to-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bike to Work'>Bike to Work</a>  Pemilik sepeda lipat dan jip ini sama. Bedanya jip...</li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="bike to work: mengembalikan kegembiraan bersepeda" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-bike2work.jpg" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p>Pada sebuah kantor: mengembalikan kegembiraan bersepeda. Dengan kereta angin hibah. <img src='http://antyo.rentjoko.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/22/tanpa-sepeda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tanpa Sepeda'>Tanpa Sepeda</a> <small> Sebuah cantelan untuk dua sepeda. Si kereta angin sudah&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/03/11/bikes-at-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bikes at Work'>Bikes at Work</a> <small> Pada sebuah ruang tamu kantor. Berangkat atau pulang kerja&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/09/bike-to-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bike to Work'>Bike to Work</a> <small> Pemilik sepeda lipat dan jip ini sama. Bedanya jip&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/26/pit-pitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Sekolah Lebih Memanfaatkan Media Sosial</title>
		<link>http://indonesiaeducate.org/saatnya-sekolah-lebih-memanfaatkan-media-sosial.html</link>
		<comments>http://indonesiaeducate.org/saatnya-sekolah-lebih-memanfaatkan-media-sosial.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 12:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiaeducate.org/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Ketika tempo hari internet menjadi gerah karena isu penghinaan terhadap Islam oleh seorang remaja yang mengatasnamakan sebuah sekolah Katolik di Bekasi, saya segera menulis dalam blog SeratusKata: public relations itu penting.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/indonesiaeducate/indonesiaeducate-socialmedia.png" alt="media sosial untuk sekolah" width="200" height="200" /></p>
<p>Ketika tempo hari internet menjadi gerah karena isu penghinaan terhadap Islam oleh seorang remaja yang mengatasnamakan sebuah sekolah Katolik di Bekasi, saya segera menulis dalam blog <a href="http://seratuskata.dagdigdug.com/2010/04/22/100-kata-catut-fitnah-dan-public-relations/" >SeratusKata</a>: <em>public relations</em> itu penting.</p>
<p>Tidak, saya tak mengajak berdiskusi soal agama di sini. Saya hanya mengingatkan bahwa sekarang zamannya <a href="http://webtrends.about.com/od/web20/a/social-media.htm" >media sosial</a>. Media yang isinya dibentuk oleh para pengguna, bukan oleh redaksi seperti di koran.</p>
<p>Dalam kehidupan kita ada blog, <a href="http://facebook.com" >Facebook</a>, dan <a href="http://twitter.com" >Twitter</a> –– dua yang terakhir mudah sekali dijangkau melalui ponsel. Jika diterapkan ke dalam lembaga pendidikan, maka semakin banyak guru dan murid, bahkan sekolah, yang mencemplungkan diri ke sana.</p>
<p>Ketika terjadi krisis, dan sekolah harus melakukan komunikasi untuk menjelaskan persoalan, maka guru tak perlu menghabiskan waktu untuk Facebook dan Twitter. Yang diperlukan adalah perumusan pesan yang dingin, tidak konfrontatif maupun provokatif, untuk kemudian disiarkan melalui jaringan media sosial yang dimiliki sivitas akademika.</p>
<p>Mereka itu adalah guru, murid, alumni, dan pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>: orangtua murid, orangtua alumni, donatur yayasan, dan lainnya). Mereka menyebarkannya melalui akun masing-masing.</p>
<p>Memang bukan jaminan jika masalahnya adalah SARA, terutama agama, persoalan akan beres. Tetapi dalam krisis, komunikasi harus cepat dan tepat, plus jernih tidak emosional.</p>
<p>Tanpa klarifikasi, yang tentu saja sepihak, maka masyarakat akan menganggap apa yang dituduhkan itu benar. Tetapi setidaknya ada dokumentasi yang dapat diakses oleh publik tentang penjelasan suatu hal.</p>
<p>Sekolah adalah lembaga yang menampung kepentingan masyarakat. Dalam lingkup yang kecil adalah menampung amanat orangtua siswa. Di zaman media terbuka, sudah bukan saatnya lagi sekolah berdiam diri. Misalnya jika ada kabar kekerasan dalam inisiasi (ospek), kekerasan oleh guru, skandal nilai, dan sejenisnya yang negatif.</p>
<p>Kepala sekolah akan kecapaian jika berulangkali harus memberi keterangan kepada reporter koran, radio, televisi, dan situs berita. Memang harus dilakukan tetapi tim guru sebaiknya juga memanfaatkan media daring (<em>online</em>) untiuk menjelaskan. Apa yang sudah dimuat oleh media umum, dari TV sampai situs berita, belum tentu dibaca semua orang. Juga belum tentu hasil penyuntingannya memuaskan. Media sosial memberi kesempatan untuk menampilkan diri lebih utuh. Misalnya melalui blog sekolah.</p>
<p>Tidak bisa lagi sekarang ini sekolah hanya bersikap, &#8220;Yang penting kami tahu mana yang benar. Biarlah sejarah yang kelak membuktikan.&#8221;</p>
<p>Sebagai keyakinan, itu memang keren. Tetapi mesin pencari, misalnya <a href="http://google.co.id" >Google</a>, <a href="http://bing.com" >Bing</a>, dan bahkan <a href="http://topsy.com" >Topsy</a>, mencatat apa yang dilontarkan oleh banyak orang. Tanpa klarifikasi berarti (dianggap) benar. •••</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiaeducate.org/saatnya-sekolah-lebih-memanfaatkan-media-sosial.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intip Dulu</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/intip-dulu/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/intip-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 08:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1364</guid>
		<description><![CDATA[
Mendatangi sebuah tempat dengan banyak ruang rapat, tapi kita tak tahu diundang ke ruang yang mana, maka cara paling baik adalah mengintip sebelum mengetuk pintu.
© &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/20/pintu-tangan-dan-pintu-intip/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pintu Tangan dan Pintu Intip'>Pintu Tangan dan Pintu Intip</a>  Pintu kecil pada sebuah pintu gerbang. Atas nama keamanan...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/15/ruang-rapat-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Rapat (2)'>Ruang Rapat (2)</a>  Rapat yang baik, konon, punya jejak. Entah catatan dari...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/06/28/awas-kaca-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Awas Kaca!'>Awas Kaca!</a>  Para tukang bangunan punya cara jitu untuk membuat peringatan....</li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="mengintip ruang sebelum focus discussion group" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-intip-ruang.jpg" alt="" width="800" height="449" /></p>
<p>Mendatangi sebuah tempat dengan banyak ruang rapat, tapi kita tak tahu diundang ke ruang yang mana, maka cara paling baik adalah mengintip sebelum mengetuk pintu.</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/20/pintu-tangan-dan-pintu-intip/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pintu Tangan dan Pintu Intip'>Pintu Tangan dan Pintu Intip</a> <small> Pintu kecil pada sebuah pintu gerbang. Atas nama keamanan&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/15/ruang-rapat-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Rapat (2)'>Ruang Rapat (2)</a> <small> Rapat yang baik, konon, punya jejak. Entah catatan dari&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/06/28/awas-kaca-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Awas Kaca!'>Awas Kaca!</a> <small> Para tukang bangunan punya cara jitu untuk membuat peringatan&#8230;.</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/intip-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertemuan</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/pertemuan/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/pertemuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 08:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[
Repro Kompas Minggu (hari ini). Ketika saya sibak halamannya, dalam sekejap saya seperti melihat lukisan dari urban section sebuah koran.
© Foto: saya


Related posts:Koran di Atas &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/07/30/koran-di-atas-bangku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koran di Atas Bangku'>Koran di Atas Bangku</a>  Bangku beton di halaman sebuah kantor kontraktor BTS, Jakarta...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/03/pertemuan-celah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pertemuan Celah'>Pertemuan Celah</a>  Sambungan meja, punggung kursi, dan sarung. Masing-masing bercelah. Dua...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/11/20/ruang-merah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Merah'>Ruang Merah</a>  Pada sebuah siang gerah. Sofa merah. Jendela merah. Cahaya...</li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="rubrik jodoh di Kompas Minggu 9 Mei 2010" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-urban-kompas.jpg" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p>Repro <em>Kompas Minggu</em> (hari ini). Ketika saya sibak halamannya, dalam sekejap saya seperti melihat lukisan dari <em>urban section</em> sebuah koran.</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/07/30/koran-di-atas-bangku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koran di Atas Bangku'>Koran di Atas Bangku</a> <small> Bangku beton di halaman sebuah kantor kontraktor BTS, Jakarta&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/03/pertemuan-celah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pertemuan Celah'>Pertemuan Celah</a> <small> Sambungan meja, punggung kursi, dan sarung. Masing-masing bercelah. Dua&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/11/20/ruang-merah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Merah'>Ruang Merah</a> <small> Pada sebuah siang gerah. Sofa merah. Jendela merah. Cahaya&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/09/pertemuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok Siapa?</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/rokok-siapa/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/rokok-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[
Suatu saat rokok tinggal sejarah, begitu pula asbak, mana model kaleng pula. Maka akan punahlah istilah &#8220;cecek&#8221; (dari bahasa Jawa sih) yang juga berarti mematikan &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/09/01/bahaya-kanker-bagi-kecoak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bahaya Kanker bagi Kecoak!'>Bahaya Kanker bagi Kecoak!</a>  Rokok memang berbahaya. Jangan buang puntung sembarangan. Kasihan coro...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/02/04/ardath-aku-rela-asal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ardath: Aku rela&#8230; asal&#8230;'>Ardath: Aku rela&#8230; asal&#8230;</a>  Bukan iklan rokok. Ini sekadar meminjam rokok Hedi. Ardath...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/13/terletakkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Terletakkan'>Terletakkan</a>  Daun itu ada di sana, pada sebuah sudut bibir...</li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="rokok djie sam soe dan asbak kaleng di kantin imigrasi cipinang" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-rokok-siapa.jpg" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p>Suatu saat rokok tinggal sejarah, begitu pula asbak, mana model kaleng pula. Maka akan punahlah istilah &#8220;<em>cecek</em>&#8221; (dari bahasa Jawa sih) yang juga berarti mematikan rokok untuk sementara, lantas nanti diisap lagi &#8212; padahal rasanya sudah berbeda. Pada sebuah kantin saya lihat puntung panjang yang mungkin baru dua kali isap. Tapi selama satu jam di sana saya tak melihat seorang pun yang menyalakannya lagi.</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/09/01/bahaya-kanker-bagi-kecoak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bahaya Kanker bagi Kecoak!'>Bahaya Kanker bagi Kecoak!</a> <small> Rokok memang berbahaya. Jangan buang puntung sembarangan. Kasihan coro&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/02/04/ardath-aku-rela-asal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ardath: Aku rela&#8230; asal&#8230;'>Ardath: Aku rela&#8230; asal&#8230;</a> <small> Bukan iklan rokok. Ini sekadar meminjam rokok Hedi. Ardath&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/13/terletakkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Terletakkan'>Terletakkan</a> <small> Daun itu ada di sana, pada sebuah sudut bibir&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/rokok-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Luar Tembok Rumah Bui</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/dari-luar-tembok-rumah-bui/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/dari-luar-tembok-rumah-bui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1351</guid>
		<description><![CDATA[
Apakah hakikat penjara? Tempat yang menghilangkan kebebasan. Yang di luar tembok pun kadang merasa dipenjara. Tapi dalam penjara pun tersedia tempat untuk melihat Cahaya Kehidupan &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/12/ada-apa-di-luar-sana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ada Apa di Luar Sana?'>Ada Apa di Luar Sana?</a>  Ada kebisingan, debu, dan asap. Artinya pertanda ada kehidupan....</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/26/pagar-tak-makan-adam-hawa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagar tak Makan Adam &#38; Hawa'>Pagar tak Makan Adam &#38; Hawa</a>  Tepatnya, ini pintu pagar yang kalau dibuka penuh 90...</li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/20/berduri-pagar-tanpa-mawar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berduri: Pagar tanpa Mawar'>Berduri: Pagar tanpa Mawar</a>  Ketika lekuk tiang pagar berkawat duri menghadap ke wilayah...</li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="penjara cipinang dari luar pagar" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-penjara-cipinang.jpg" alt="" width="800" height="449" /></p>
<p>Apakah hakikat penjara? Tempat yang menghilangkan kebebasan. Yang di luar tembok pun kadang merasa dipenjara. Tapi dalam penjara pun tersedia tempat untuk melihat Cahaya Kehidupan &#8212; kalau berminat. Lantas sandal siapa yang tersampir pada kawat pagar berduri?</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/12/ada-apa-di-luar-sana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ada Apa di Luar Sana?'>Ada Apa di Luar Sana?</a> <small> Ada kebisingan, debu, dan asap. Artinya pertanda ada kehidupan&#8230;.</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/01/26/pagar-tak-makan-adam-hawa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pagar tak Makan Adam &#038; Hawa'>Pagar tak Makan Adam &#038; Hawa</a> <small> Tepatnya, ini pintu pagar yang kalau dibuka penuh 90&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/20/berduri-pagar-tanpa-mawar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berduri: Pagar tanpa Mawar'>Berduri: Pagar tanpa Mawar</a> <small> Ketika lekuk tiang pagar berkawat duri menghadap ke wilayah&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/dari-luar-tembok-rumah-bui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerah, Peluh</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/gerah-peluh/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/gerah-peluh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 08:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta hari-hari ini. Banyak orang mengeluh. Kerna panas, kerna lembab. Tanpa aircon akan membuat kelenjar keringat berpesta. Sebuah mekanisme alam untuk mendinginkan tubuh.
© Foto: saya


Related &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/05/peluh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Peluh'>Peluh</a> <small> Fungsi rambut antara lain untuk menahan tetesan air dan...</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/08/asbak-dan-meja-berkaca/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asbak dan Meja Berkaca'>Asbak dan Meja Berkaca</a> <small> Serbahitam. Abu, debu, dan keringat dan lainnya akan membuatnya...</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/05/pancuran-buatan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pancuran Buatan'>Pancuran Buatan</a> <small> Hanya bak beton bertingkat yang memiliki pancuran dan kolam...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="keringat gerah ohhh puanassssss" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-peluh.jpg" alt="" width="800" height="449" /></p>
<p>Jakarta hari-hari ini. Banyak orang mengeluh. Kerna panas, kerna lembab. Tanpa aircon akan membuat kelenjar keringat berpesta. Sebuah mekanisme alam untuk mendinginkan tubuh.</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/12/05/peluh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Peluh'>Peluh</a> <small> Fungsi rambut antara lain untuk menahan tetesan air dan&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/04/08/asbak-dan-meja-berkaca/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asbak dan Meja Berkaca'>Asbak dan Meja Berkaca</a> <small> Serbahitam. Abu, debu, dan keringat dan lainnya akan membuatnya&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/05/pancuran-buatan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pancuran Buatan'>Pancuran Buatan</a> <small> Hanya bak beton bertingkat yang memiliki pancuran dan kolam&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/07/gerah-peluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pancuran Buatan</title>
		<link>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/05/pancuran-buatan/</link>
		<comments>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/05/pancuran-buatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 17:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[
Hanya bak beton bertingkat yang memiliki pancuran dan kolam mini tersirkulasi, dengan ikan mas kecil-kecil, pada sebuah halaman kantor. Lumayan untuk hiburan saat cuaca panas &#8230;


Related posts:<ol><li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/05/bolehkah-saya-berkantor-di-sini/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bolehkah Saya Berkantor di Sini?'>Bolehkah Saya Berkantor di Sini?</a> <small> Sebuah khayalan, dalam  sebuah ruang pada rumah kosong, saat...</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/08/05/jendela-berkaca-dan-kerai/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jendela Berkaca (dan Kerai)'>Jendela Berkaca (dan Kerai)</a> <small> Lebih untuk siapakah sebuah jendela berkaca tembus pandang,  yang...</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/07/gerah-peluh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gerah, Peluh'>Gerah, Peluh</a> <small> Jakarta hari-hari ini. Banyak orang mengeluh. Kerna panas, kerna...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="pancuran dan kolam mini di AD39 ahmad dahlan" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/oh/oh-pancuran-ad39.jpg" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p>Hanya bak beton bertingkat yang memiliki pancuran dan kolam mini tersirkulasi, dengan ikan mas kecil-kecil, pada sebuah halaman kantor. Lumayan untuk hiburan saat cuaca panas bisa mendorong orang untuk mengeluh bahkan mengumpat.</p>
<p>© Foto: saya</p>
<p>Related posts:
<ol>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/05/bolehkah-saya-berkantor-di-sini/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bolehkah Saya Berkantor di Sini?'>Bolehkah Saya Berkantor di Sini?</a> <small> Sebuah khayalan, dalam  sebuah ruang pada rumah kosong, saat&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2009/08/05/jendela-berkaca-dan-kerai/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jendela Berkaca (dan Kerai)'>Jendela Berkaca (dan Kerai)</a> <small> Lebih untuk siapakah sebuah jendela berkaca tembus pandang,  yang&#8230;</small></li>
<li><a href='http://oh.blogombal.org/2010/05/07/gerah-peluh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gerah, Peluh'>Gerah, Peluh</a> <small> Jakarta hari-hari ini. Banyak orang mengeluh. Kerna panas, kerna&#8230;</small></li>
</ol>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antyo.rentjoko.net/2010/05/05/pancuran-buatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
