Di atas balok beton pembatas lajur menjelang lokel tol ada sebuah botol minuman taurin. Entah siapa yang menaruh. Saya juga tak tahu apakah petugas pembersih akan mengambilnya. Emang penting buat dibahas? Aha, saya saja yang keterlaluan. Siapa posting, siapa komen. Bukankah blog, kata sebagian orang, adalah tempat untuk nyampah?

Ini agen binatu rumahan di Jakarta Selatan. Pusat mesin binatunya entah di mana. Kemudian Laundromat menjadi Laundromate. The professional dry clining berubah menjadi “wet cleaning”. Konon wet cleaning lebih ramah lingkungan. Kalaupun dicuci secara manual di dekat sumur juga bagus, membuka lapangan kerja.

Pagi, ketika aktivitas kota belum riuh, jembatan penyeberangan berfungsi seperti seharusnya. Belum banyak pedagang di sana. Seperti di depan Plaza Blok M, Jakarta Selatan, misalnya. Tetapi mulai pukul sembilan jembatan sudah menjadi pasar. Merepotkan pejalan kaki.


Ini di Jakarta Kota, di antara Museum Bank Mandiri dan Stasiun Kota (Beos). Terminal kecil ada di bawah tanah, tepatnya di bawah taman yang diapit oleh jalan raya. Kelak ketika sudah rampung seratus persen, dan dirawat bagus, mestinya layak disinggahi.

Dua petugas keamanan Transjakarta di halte busway. Selain menjaga ketertiban juga… membantu penumpang masuk ke bus, terutama ketika bus kurang mepet ke halte. Tanpa penjagaan, kaki penumpang bisa kejeblos celah antara bodi bus dan bibir pintu halte.

Menyewa agen properti — bahasa keren untuk “mekelar” — itu bagi sebagian orang dianggap asing dan mahal. Maka beriklan secara langsung, dengan cara dan bahan seadanya pun dianggap efektif. Tapi dengan penempatan di sudut yang tak terlihat konsumen sasaran, tampaknya jadi sulit. Kecuali, ya itu tadi, yang melihat dan langsung memanfaatkan adalah makelar.
Sebuah cerita dari pertigaan, dekat pelataran Bank Eksekutif, di Mayestik, Jakarta Selatan.

Nama usaha ini Percetakan Sarinande. Entah kenapa dia pakai nama itu. Sebuah cerita dari kawasan Mayestik, Jakarta Selatan. Jangan-jangan dia juga suka versi Swing.

Pemberitahuan sekaligus promosi di jendela kantor. Setelah pelantikan presiden?

Stiker ini di kaca belakang mobil. Ditujukan untuk mobil lain di belakangnya. Apa perlunya? Apa manfaatnya? Saya teringat guyon jayus, “Psttt dia orang istana lho.” Mitra bicara menukas, “Istana Boneka?”

Ada sedia prasmanan gudeg. Ada melayani gadai ponsel. Uang gadai untuk makan gudeg? Sebuah jepretan di Manggarai, Jakarta Selatan.
