
Apakah arti tabel kandungan per satuan isi dalam kemasan makanan? Masih banyak produsen yang menganggap semua konsumen sama pintarnya — atau sama bingungnya — dengan diri mereka. Lain kali produsen akan menambahkan teks “silakan cari Google dan Bing”.

Getuk goreng itu penganan khas Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Ada banyak merek di sana. Bahkan dulu yang tak bermerek pun ada. Yang ini diberi identitas jelas. Eco, artinya “enak”. Selebihnya adalah sebuah klaim tentang nilai lebih, sebagai karya Pak Haji M. Gito Sodikin. Masalahnya siapa sebenarnya yang berhak atas Eco Asli? Kita tunggu label yang dengan gagah sembrono menyebut diri Eco Palsu. Adapun tentang kehalalan dan jenis minyak, saya tidak tahu — dan bukan kewenangan saya untuk memastikan.

Ada yang tahu riwayat kacang disco dari Bali ini? Lantas sebenarnya ada berapa versi dan merek? Nama “kacang disco” jelas unik, demikian pula penulisannya yang belum mau ber-Indonesia: “disco”, bukan “disko”. Penamaan ini mencerminkan Bali yang terbuka, tak canggung bersentuhan dengan yang asing. Tak banyak yang saya ketahui bahwa oleh-oleh dari Bali ya kacang disco.

Mungkin gampang, mungkin sulit, untuk menetapkan sebuah merek. Maka jadilah lédré dengan merek Anyar Mas — artinya, kalau diucapkan, “Baru, Mas!” Entahlah apakah apa kompetitor yang akan membuat brand baru “Lawas Mas”. Sebuah cerita tentang lédré pisang dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ada banyak merek di sana. Misalnya Dua Bidadari yang bersahaja itu. Apa itu lédré dan cara membuatnya, silakan berguru ke Bu Nina Mlandhing.