Istilah zaman saya kelas satu SD itu muncul lagi karena John Kei: crossboy. Kepada Tempo, 2004, John menyebut dirinya crossboy karena gemar berkelahi; bukan preman. Komik romansa remaja angkatan Jan Mintaraga akhir 60-an juga menampilkan crossboy. Itulah anak-anak kelas menengah broken home yang ganas sekaligus heroik di luar rumah. Serial Ali Topan di majalah Stop [...]
Mesin-mesin blog mampu melakukannya. Twitter juga. Menulisnya sekarang, munculnya nanti. Tetapi saya enggan memanfaatkannya. Mungkin karena saya naif. Ada banyak bahan untuk sejumlah blog saya. Kalau mau bisa saya tabung, terbitnya bisa diatur. Posting muncul saat saya masih tidur, mandi, bahkan sakit – atau setelah mati. Bukan sekali muncul langsung memenuhi reader Anda. Entah kenapa [...]
Siang. Kemarin. Jakarta Selatan. Mendadak taksi saya mengerem. Saya, yang duduk belakang, terdorong ke depan. Isi tas tumpah. Tapi penunggang bebek yang tiba-tiba memotong jalan itu senyam-senyum, lalu dengan lincahnya mengembalikan keseimbangan motornya seperti melenggak-lenggok. Orang-orang di pertigaan geleng-geleng kepala dengan wajah kesal. SUV di belakang paham masalah, tak menglakson, sabar menunggu taksi bergerak lagi. [...]
Tentunya themes yang sesuai kebutuhan saya ngeblog. Misalnya enak dilihat di semua browser, dan nyaman dibaca. Selebihnya adalah themes yang cukup menampilkan satu posting terbaru saja, tetapi halaman hasil pencarian bisa menampilkan sepuluh entri. Begitu pula untuk halaman kategori dan tags. Kesemuanya cukup menampilkan judul dan teks awal. Memang, themes bisa diakali tetapi saya tak [...]
Dua hari ini saya menggunakan faksimile. Terasa arkais, lengkap dengan suara “tirrrr…” berkemeresek saat transmisi dimulai. Suara itu membuat saya teringat dial-up modem. Rasanya kembali ke abad keduapuluh, padahal sampai lima tahun lalu saya masih menggunakan keduanya. Malah awal 90-an saya sempat ber-CrossTalk. Pengoperasian mesin transimisi data yang belum sempat saya pelajari adalah teleks. Saya [...]
Bukan survei, hanya kesan: makin sedikit tetamu kedai yang mengambil majalah gratis apalagi membawanya pulang. Bahkan jumlah majalah gratis pun tampaknya berkurang. Koran gratis di kedai seringkali masih terlipat rapi. Mobile internet telah menyingkirkan mereka, dan jelajah isinya pun lebih banyak. Daripada bengong, setiap orang bisa ngetwit dan nge-Facebook dari ponselnya. Yang kita butuhkan adalah [...]
Memang suratan konstitusi: perundangan itu urusan parlemen. Dalam dalam RUU Pemilu, dengan merujuk MA itu DPR ingin menjadikan eks-narapidana di bawah lima tahun boleh menjadi caleg setelah lima tahun setelah dibui.
Kita tahu, banyak koruptor yang dibui tanpa melebihi lima tahun. Kalau tenggang waktu lima tahun diterapkan, eks-koruptor bisa melenggang lagi. Masalahnya memang ada pada [...]
Recent Comments
-
kardjo» kapan ke Malangnya? -
sibair» om paman, saya numpang comment ya. Gpp ya, gpp dong. Seneng bisa ketemu paman di Malang waktu itu
-
imranxrhia» mau belajar akh.. sama mastah.. ^^ -
Budi santosa» wah ketemu blog mantab, bisa untuk nambah inspirasi salam dari kalimantan tengah -
gita nurul puspita» Salam kenal mas, boleh tau alamat e-mailnya? Saya ingin konsultasi ttg blog. Trims -
GaL» Hello mas’e… Boleh kontak dirimu via opo yo? Mau ngajak kerjasama ttg Blog nih
Matur sembah nuwun… -
suarahati» mas paman apa kabarnya nih? itu header lucu deh pake kardus segala emang mas paman mau dipaketin kemana? kirim ke rumahku ya hihihihi… itu kardusnya masih kosong entar aku isi yahhhh
mau gakkkkkkk mas paman? -
supriyono» Salam kenal Paman Tyo … Kapan pulang Salatiga …. Sudah ditunggu sambel Tumpang … dipasar …:) -
iphankdewe» Paman… ini saya iphank yang dari Ambon di kenalin sama mbak ai waktu di kopdar akbar di taman langsat. ingat ? semoga ingat paman soalnya almas dan bang leksa cerita banyak tentang paman. hhe. Salam paman. lagi blajar jalan-jalan nih. nanti mampir lagi. says link yaa
-
skyRider» Paman, bikin agregator pke tools apa di WP?
-
Recent Trackbacks

