Anda bosan menghadapi ketidakbosanan pelaku bisnis ini dalam berpromosi? Wajar. Manusiawi. Yang pasti saya percaya bahwa itu bisa. Santai melulu, duit datang. Masalahnya, tidak ada orang yang mau percaya kepada saya. Selain itu, saya belum bikin KTP baru dengan identitas baru untuk membuka rekening di bank. Kenapa harus begitu? Dengan identitas yang sekarang, orang yang kuciwa akan mendatangi saya.

Transit-ad ginian udah lama. Apalagi di luar negeri. Tapi setiap kali melihat iklan kopi ABC pada bus AJA ini, saya teringat waktu masih bocah. Membayangkan jadi sopir bus, dan menggambar bus tembus pandang yang penumpangnya tampak dari luar. Anak sekarang mungkin tidak menggambar bus lagi.

Sebut saja “walkman”. Itu bukan brand tapi nama barang, mereknya boleh apa saja, tak harus Sony. Sebagai barang, walkman (dengan “w” kecil) adalah pemutar kaset ukuran saku (iya, saku jubah). Ternyata masih ada yang menjual. Harganya bisa setara bahkan lebih mahal daripada MP3 player murmer dari RRC.

Nah, produk Sanyo ini menyertakan kertas bergambar diagram rangkaian elektronik, suatu hal yang membantu tukang reparasi. Tiba-tiba saya seperti terlempar ke masa lalu. Kaset saja sudah terasa kuno dan tidak praktis — memang sih tape deck masih dijual, mahal pula — eh masih ditambah pemutarnya yang bulky tapi bisa direparasi.

Ini persoalan desain. Gambar anak kecil itu kurang mencolok. Padahal dia bagian dari “pemasaran sosial” si produsen. Memperkecil kapling logo dan lainnya, seperti kemasan rokok di Thailand? Beda. Kemasan rokok bisa menonjolkan pesan bahaya merokok karena itu adalah regulasi (baca: dipaksa), sedangkan untuk Aqua pencantuman foto anak itu karena kehendak sendiri.


Inilah kemasan “botol jalan-jalan”. Dirancang untuk jalan-jalan, dan semoga setelah isinya habis lantas botol tak dibuang di sembarang tempat. Tapi yang menarik bukan itu. Lihatlah barcode yang meniru kontur botol.

Semakin banyak barang dari RRC. Murah. Meriah. Didapatnya mudah. Jika tak ada silakan ke toko sebelah. Tapi kenapa juga korek api gas ini masih ditempeli stiker penjelas?

Sudah berapa kali ya baterai ABC memberi bonus VCD? Kita belum tahu apakah itu mencapai tujuan pemasaran, dan yang lebih penting apakah konsumen (tepatnya: anak-anaknya konsumen) menyukainya.

Entahlah apa maksud Torabika membonuskan “cetakan emoticon” berbahan art carton ini. Kalau dipakai sebagai tatakan mug, kok terlalu tipis. Dipakai untuk pembatas buku? Lebih pas.


Kecil, tak kentara sebagai apa, terwadahi dalam tabung. Ternyata kabel mini-USB. Kepala dibelah, tampaklah jack-nya. Mana foto yang ada jack-nya? Hilang.
Barangnya, buat difoto lagi? Entah di mana, lupa.

Desain gunting kian beragam bahkan tak hanya mengenal pembedaan fungsi (cukur, jahit, dan lainnya) melainkan juga usia dan kelompok pengguna (misalnya gunting kidal). Gunting yang ini mungkin menyasar wanita pengguna, karena permukaan luar kedua bilah pemotongnya didekorasi kembang (dengan print, bukan stiker).Tersedia dalam warna kuning, jingga, merah, dan hijau, tapi kembangnya berbeda. Harga Rp 27.500.
