
Para pengasap mengantre, menunggu pintu ruang perokokan dibuka. Ada seorang wanita yang sampai uring-uringan saking sakauwnya. Padahal merokok di dalam sungguh menyiksa: para perokok akan bertukar racun melalui asap dan mata mereka pedih. Sebuah cerita dari Bandara Internasional Dubai.

Luar biasa. Bajaj pun bisa mengangkut lemari. Ketika sopir mengunggahkan barang, orang-orang sekitar mengingatkan, “Ati-ati kalo entar belok!” Untuk memindahkan bajaj ke pelataran parkir saja soprnya tak berani karena tanahnya miring, “Bisa nggelimpang kalo digeser ke situ.”

Tak adakah cara lain yang lebih kreatif dalam beriklan? Empat puluh tahun silam sebuah merek bir (Bintang? Anker?) sudah memakai slogan “Ini baru bir”. Sedangkan lampu Philips pernah memakai slogan yang tidak bisa diinggriskan tetapi sangat mengena: “Terus terang Philips terang terus.” Meskipun begitu, kita harus salut pada Cosmos ini, jauh hari sebelum produk dari RRC merajalela. Bermula dari kotak beras, kemudian… Oh ya, padahal dulu ada slogan keren, “Ingat beras, ingat Cosmos.”

Saya tidak tahu apakah juragan, dari Grup Orang Tua, tahu adanya pesan dari awak mobil boks ini.

What?
© Foto: saya
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Dia adalah ikon. Bisa untuk bisnis atas nama apapun. Padahal Alberto Korda, orang yang memotret wajah Che dengan ekspresi saat melayat itu, membebaskan penggunaan wajah Che “Guerrillero Heroico” hasil jepretannya asal tidak untuk berdagang. Absolut Vodka pernah tersandung urusan komersialisasi Che itu. Di Jerman rokok ini dijual seharga EUR 4,5 (sekitar Rp 49.500) per bungkus — sama seperti rata-rata harga rokok di sana.

Di Stasiun Besar Koln, Jerman, kantor polisinya tertutup, diapit oleh toko. Orang luar tak tahu apa yang terjadi di balik pintu logam itu. Sedangkan di Stasiun Besar Bonn, pos polisinya lebih terbuka karena tampak dari luar. Anda lebih suka penampilan pospol yang mana?


Ya, bahkan undakan stasiun di Jerman pun bisa menjadi media iklan. Misalnya di Koln. Adidas memanfaatkan demam Piala Dunia untuk beriklan di mana-mana. Kita tunggu Stasiun Gambir menyewakan tangganya.


Di Jerman, orang diajak untuk mengembalikan botol bekas pakai dengan menguangkannya. Botol dengan tanda tertentu bisa diuangkan di supermarket seharga EUR 25 sen (sekitar Rp 2.750). Lumayan kalau bisa bawa banyak saat akan berbelanja. Anak-anak juga suka karena bisa mendapatkan tambahan uang jajan. Kalau di Indonesia, tukar botol dapat kerupuk atau anak ayam.

Mau air mancur atau air muncrat, fasilitas publik di pelataran Rathaus-Galerie, Leverkusen, Jerman, ini disukai anak-anak. Apalagi pada awal musim panas, yang suhunya mencapai 32 derajat Celsius (kering, tak lembap). Tak sedikit ibu yang memang membawa baju ganti dari rumah untuk putra-putrinya. Kalau saya tak salah ingat, plaza atau pelataran di Wisma Anggana Danamon (sekarang Sampoerna Strategic), Jakarta, dulu juga memiliki air muncrat — tapi tak ada karyawati berbasah-basah di sana.