
Sejak kapan istilah “payung cantik” diterima secara secara luas sebagai barang gratisan? Pikiran usil setelah foto dipindahkan ke komputer.
© Foto: saya
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Pohon Natal di SMA Santa Ursula Jakarta. Kalau saja setiap rumah tangga yang merayakan Natal juga membuat hiasan dari bahan-bahan bekas pakai…

U-turn. Itu perlu. Sebuah poster pada dinding tangga sebuah SMA di Jakarta Pusat.

Ada tiga kotak sampah. Tak cukup dengan penyediaan. Tetap perlu komunikasi untuk penyadaran dan… kontrol oleh lingkungan!

Mau? Tertarik? Pengin? Selamat bermobil baru untuk menyambut tahun 2010. Boleh dicicil.


Untuk Anda yang merayakan Natal, saya mengucapkan selamat. Selamat merayakan dalam arti “memestakan” — ini salah satu arti merayakan menurut KBBI. Tentu saya pun mengucapkan selamat untuk merayakan lebih dari dari sekadar berpesta.
Serupa anak sekolah, saya tak dapat membuat karangan yang bagus tentang Natal. Di hari libur yang santai ini pun saya tak akan mengajak Anda berdiskusi tentang tradisi gereja bernama Natal dan sejarahnya, berikut aspek kulturalnya.
Di sini saya hanya melampirkan foto bayang-bayang Katedral Jakarta pada genangan air, yang saya ambil Selasa 22 Desember lalu, ketika Ibu Kota diguyur gerimis dan hujan rintik seharian. Katedral di kejauhan, menjadi latar belakang dari kedai donat, dengan petugas kebersihan yang sedang bekerja.
Saya memotret asal jepret, tanpa membayangkan ini bisa menjadi kartu Natal versi saya di blog. Ternyata bisa. Natal memberi berkah. Termasuk berkah berupa perasaan telah berlaku kreatif. Sekali lagi selamat.
Belakangan saya mengalami keanehan spiritual: hidup ini penuh berkah, maka kalaupun berdoa, bukankah kita hanya bisa bersyukur, berterima kasih, karena tanpa pernah meminta pun Tuhan sering memberi? Ah sudahlah, ini untuk diskusi lain kali.
Salam,
Saya
Bersahaja. Sebisanya. Padahal dipasang di Kompas. Ini salah satu iklan ucapan selamat Natal yang bagi saya berbeda dari yang lain.


Bukan soal napas yang senen-kemis, tapi esensi puasa dalam kepercayaan apapun adalah niat dan kesanggupan menghadapi godaan demi sesuatu yang mulia, termasuk untuk urusan-urusan altruistis. Ada nilai-nilai asketis sosial di sana. Maka iklan ini mencoba menerjemahkannya secara visual.

Tak ada yang baru. Intinya adalah bagaimana memancing anak kecil, supaya orangtuanya juga tergerak. Sebuah cara Mal Pondok Indah (eh Pondok Indah Mall atawa PIM — kadung begitu namanya di lidah khalayak), Jakarta Selatan, atas nama menyambut Natal.


Ini hasil perjalanan singkat saya, tanpa menginap, ke Surabaya sebulan lalu. Majalah gratisan yang Anda juga sudah tahu: Travelounge. Kemasan redaksional bagus. Sajian visual oke. Penggunaan bingkai slides dalam layout? Mungkin membingungkan bagai generasi yang langsung melompat ke fotografi digital tanpa mengenal slides. Koran Tempo, yang dimiliki oleh perusahaan penerbit yang mengelola majalah ini bersama Angkasa Pura, pernah memakai idiom visual kamar gelap. Tak apa. Arkais sekaligus eksotis.

