Ini basi ya? Tapi saya baru tahu pagi ini karena Arya Perdhana, blogger yang sering menemukan hal-hal lucu dan unik. Versi lebih besar dari karya ilusionis entah siapa, dengan keterangan yang jelas, ini silakan Anda lihat di sana. Uh, Jogja banget.

DALAM PENULISAN ANGKA KITA SANGAT MENGAMINI KEBINEKAAN.
Mana yang benar: Rp 3.500 atau Rp 3,500? Mana yang tepat: US$ 3.500 atau US$ 3,500? Lantas mana yang pas: 1GB atau 1 GB? Umumnya ada dua macam jawaban. Pertama: “Udahlah, kan bisa dikira-kira sendiri, yang penting sama-sama ngerti.” Kedua: “Nyari masalah ngomongin gituan. Nggak penting!”
Lihatlah dokumen dinas di [...]

Rumah setinggi 29,5 meter yang disangga pepohonan. Sayang tak ada foto waktu malam — siapa tahu gelap seperti rumah hantu saking ramah lingkungannya. Rumah yang dekat dengan alam berarti juga dekat dengan burung, ulat, dan… ular. Tertarik? Laporan dan gambar lengkap ada di Zuzutop.

Inilah internet, inilah keterbukaan, bahkan rancangan grafis sampul buku pun digelar supaya orang lain bisa kasih masukan. Lihatlah…

Lho kita ini negara maju, Dik. Teknologi telekomunikasi eh informatika eh apa ya, pokoknya internet gitulah, sangat disadari bahwasaya itu diperlukan demi persatuan dan kesatuan, yang mana adalah merupakan….

Gambar yang besar lihat di sini.
Jangan langsung marah kalau anak bicara kelewatan. Seringkali mereka tak paham artinya, hanya meniru orang lain — termasuk orangtuanya.
Posting lengkap dapat ditemukan di: http://ngerumpi.com/baca/2009/10/30/kamu-bajingan-ya-pa.html

Ada yang menarik dalam pementasan Indonesia Membaca Rendra di Gedung Kesenian Jakarta kemarin malan (29/10). Laksamana (Purn) Sudomo, yang saat menjadi Panglima Kopkamtib sering menangkapi oposan, termasuk Rendra, tampil di panggung. Dia bercerita kenapa menangkapi, atau mengusir aktivis (dan mencarikan dana) ke luar negeri. Katanya untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto. Tentu, malam itu, Sudomo juga memuji-muji Rendra.

Malam itu tampil Yockie Suryo Prayogo, Sys N.S., Aning Katamsi, Paragita Choir, dan masih banyak lagi. Yockie melepas Rendra dengan syair “rajawali terbanglah tinggi…“. Malam itu dia tampak emosional ketika membawakan Kesaksian (dulu dibawakan Kantata Takwa, 1990). Saya suka lagu itu. Menggetarkan. Menggugah.

Aku mendengar suara / Jerit makhluk terluka / Luka luka hidupnya / Luka //
Orang orang harus dibangunkan / Aku bernyanyi menjadi saksi / Kenyataan harus dikabarkan / Aku bernyanyi menjadi saksi
Ini ABG 70-an di Barat. Mungkin sekarang ada yang jadi CEO, politikus, rocker, dan blogger. Sebuah potret sosial.

Tato mana yang paling diterima? AksMen memulainya dari urutan ke-10 sampai pertama. Tato Anda termasuk mana? Jenis “Yayang Forever” ya?

Tenang. Saya tidak mengunggah gambar cabul. Aslinya, gambar ini memang sudah disensor oleh kontributor di Izismile. Padahal isinya membahas fashion, yang ilustrasi kompletnya ada di halaman lain. Tak ada yang salah dengan membanggakan dan mengapresiasi milik sendiri kan?
