antyo.rentjoko.net

Jump to content

Additional information

About antyo.rentjoko.net

kumpulan tulisan antyo

Subscribe to this

Categories

Archives

Tags

adasaja blog 69 kata! blog basa jawa bungkus ceramah dan sejenisnya e-book gratis Internet jejaring sosial kamera ponsel kamera saku kamera saku abal-abal label macam-macam media sosial memo blogombal menggurui naskah digital nyontek teknologi digital tulisan panjang

Bookmarks


Archive for May, 2008


Seberapa sih Ngeblog Mendatangkan Nikmat? (Sisi Gelap Saya)

May 2008
21

laptopkuKalau masalahnya “(se)berapa”, saya tak tahu ukurannya. Saya sendiri juga tak mengukurnya untuk diri saya dengan sebuah skala. Intinya adalah neraca hati. Tapi neraca kan juga menyangkut ukuran? Maaf, istilah itu untuk gagah-gagahan saja. Boleh Anda abaikan.

Ngeblog itu nikmat ketika saya melakukannya bukan karena kewajiban. Pada awal ngeblog, dengan nama alias di tempat lain, saya melakukan apapun yang saya suka. Sehari bisa tiga kali posting dan tak peduli ada yang mengomentari atau tidak.

Naif dong? Mungkin. Tulus? Jujur? Tampaknya tidak.

Nyatanya saya memasang statcounter. Kesimpulannya: seolah saya cuek padahal ingin tahu bagaimana orang lain memperhatikan blog saya.

Lantas statistik itu sering saya lihat, untuk memuaskan rasa ingin tahu. Tapi akhirnya bosan, lagi pula saya gampang lupa soal angka.

Kemudian saya pakai nama asli, pakai domain sendiri. Statistik pada panel di layanan hosting kadang saya tengok.

Tapi setelah itu kebosanan berulang. Saya baru membacanya lagi, setelah setengah tahun tak menengok, ketika tempo hari ada orang mau pasang iklan dan saya larang dengan alasan itu takkan efektif.

Saya kirimkan tangkapan layar statistik. Tapi dia bebal, tetap pasang (dan bayar). Itu masalah dia. Salah dia, bukan saya. :)

Ternyata melihat angka statistik dan info lain itu hanya kenikmatan sesaat. Yang penting ngeblog saja, syukur dapat tanggapan.

Patokan saya, yang berkaitan dengan server, adalah web masih muncul komplet, belum ada exceeded bandwidth limit.

Bagaimana kalau akhirnya mentok? Entahlah. Belum saya pikirkan. Paling juga minta tolong orang.

Lantas apa itu “yang penting ngeblog”? Ehm, sangat egosentris dan kadang impulsif.

Egosentris, pokoknya saya pengin nulis. Mau baca dan kasih komentar ya syukur, kalau tak mau ya kebangetan silakan. Semprul betul.

Impulsif? Bisa nulis tanpa peduli jam baca orang. Tapi ada posting yang saya batalkan karena tiba-tiba hilang mood. Atau, ini dia, hilang ingatan. :D

Egosentrisme yang lain adalah dalam blogwalking. Seringkali saya hanya mengintip, dan itu pun melalui reader (sekarang pakai RSS Bandit) atau baca planet.

Rutinkah pengintipan itu? Tidak. Jangankan blog orang lain. Kalau lagi malas, blog-blog saya pun tak saya tengok. Hasilnya, antara lain, terlihat dari banyaknya spam yang lolos.

Jadi kalau bicara “ni’mat”, ngeblog itu menyenangkan sepanjang kita masih menyukainya. Kata “masih” tak merujuk kepada jadwal. Bisa kapan saja. Seingat saya, sesempat saya, seinsyaf saya, sesadar saya, dan sesyuman saya.

Artinya, kalau sebuah posting dianggap basi, tidak aktual, dinilai tidak ada kebaruan, bagi saya (kadang) tak soal. Lha wong saya suka kok.

Oh tidak hanya “suka”, melainkan kadang juga ketidaksukaan, kejengkelan, dan kekecewaan, yang intinya dari hati.

Lantas di mana fungsi blog sebagai sebuah wadah untuk berkomunikasi, untuk berdialog, untuk bersilaturahmi?

Saya bertanya pada diri sendiri, bukan kepada Anda, dan seringkali tak menemukan jawaban yang jujur.

Tapi dengan banyak menanyai diri, kok kadang malah nggak nikmat ya… Cermin hanya menyenangkan ketika saya merasa ganteng. Sayangnya rasa ganteng itu mahal, jarang muncul.

© Ilustrasi asli: Wilbers


Kaos cap Benteng

May 2008
19

Ini dia kaosnya blogger Tangerang: Bloger Benteng!

Saya mendapatkannya dari Mister Caplang, yang memberikan dengan tergesa, seolah yang penting kiriman sampai dengan selamat ke tujuan, kalau yang menerima mau berterima kasih itu bukan tujuan, kayak prinsip perusahaan kurir kelas wahid saja.

Kenapa namanya “benteng”? Nama lain (lama) Tangerang memang Benteng, makanya ada istilah “Cina Benteng”. Terima kasih, Mister!

kaos blogger benteng tangerang


Paging

Credits

Template designed by praegnanz.de.