Pullbear-naga

Mungkin penata etalase dan perancang grafisnya adalah orang yang berbeda, celakanya tidak mau bekerja sama.

Permalink | Leave a comment  »

 

Prabu-kresna

Pindahkan set ini ke ruang pameran. Kalau perupanya sudah punya nama dan kuratornya bisa meyakinkan khalayak maka jadilah perabot warung gudeg ini seni rupa kontemporer. Keren to? :P

Permalink | Leave a comment  »

 

Oh-muji

Nama pemilik jaringan toko ini mungkin orang Jawa. Bisa Kang Muji bisa Yu Muji. Yang pasti kantong kertas seperti kantong semen ini ikonik dan membanggakan. Teman saya ada yang menjadi penyuka Muji, sejak pensil sampai pakaian. Tapi seorang temannya bertanya, "Kok mereknya nggak keliatan? Rugi dong!" :D

Permalink | Leave a comment  »

 

Daftar-minuman

Dari senarai ini manakah yang sudah lama tak Anda nikmati?

Permalink | Leave a comment  »

 

Atm-bca

Dengan layar CRT dan kontras tinggi, teks pada monitor ATM ini mudah dibaca. Sayangnya, teks yang menyatakan jumlah saldo pun sedikit di bawah itu ukurannya sehingga tanpa sengaja dari ATM sebelahnya saya melihat angka pada monitor mesin di kiri saya.

Permalink | Leave a comment  »

 

Teh-poci-gula-batu

Terlalu, gula batu secangkir penuh. Ini pemborosan, karena sisanya pasti dibuang.

Permalink | Leave a comment  »

 

Mesin-gesek-kartu-debet

Dua POS machines beda tampilan. Yang BCA pakai tudung penghalang mata sehingga sering merepotkan. Padahal dalam praktik, kasir akan melengos saat konsumen menekan PIN. Tudung pada ATM juga mengesalkan, kadang nasabah harus membungkuk. Untuk pengamanan itu gampang, kalau ada orang terlalu dekat dengan kita, baik di depan meja kasir maupun ATM, kita cukup menoleh dan mata kita mengucapkan, "Napa liat-liat? Napa?" :D

Permalink | Leave a comment  »